BogorKasohor

Explorer by Recommended Tags

#WisataAlam #KulinerBogor #Staycation

Learn More About Bogor

ALAM BOGOR

BUDAYA LOKAL

IGD Rumah Sakit di Bogor Mulai Padat, Enam Puskesmas Disiagakan 24 Jam

Admin

05 Okt 2026 • 03:15 WIB

2 MIN READ 23

BogorKasohor.com – Pemerintah Kota Bogor mengambil langkah untuk mengurangi tekanan pada layanan instalasi gawat darurat rumah sakit dengan menyiagakan enam puskesmas yang memiliki layanan UGD selama 24 jam.

Kebijakan tersebut dilakukan setelah kunjungan pasien ke sejumlah IGD rumah sakit meningkat sekitar tujuh persen hingga akhir September 2026.

Informasi tersebut disampaikan Dinas Kesehatan Kota Bogor dan menjadi perhatian karena layanan IGD merupakan fasilitas yang harus diprioritaskan untuk pasien dalam kondisi benar-benar membutuhkan pertolongan darurat.

Banyak Pasien Datang dengan Kondisi Tidak Darurat

Dinas Kesehatan Kota Bogor menyebut sebagian pasien yang datang ke IGD sebenarnya berada dalam kondisi yang tidak tergolong kegawatdaruratan.

Situasi tersebut dikenal sebagai false emergency.

Untuk mengurangi beban rumah sakit, warga dengan kondisi yang tidak membutuhkan penanganan darurat dapat terlebih dahulu mendatangi puskesmas yang memiliki layanan UGD 24 jam.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut, puskesmas dapat melakukan rujukan ke rumah sakit.

57 Persen Pasien Berasal dari Kota Bogor

Data Dinas Kesehatan menunjukkan sekitar 57 persen pasien yang menggunakan layanan IGD berasal dari Kota Bogor. Sementara 43 persen lainnya datang dari wilayah di luar Kota Bogor.

Kondisi ini menunjukkan bahwa RSUD Kota Bogor memiliki peran penting sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat Bogor Raya.

Dalam beberapa waktu terakhir, rata-rata kunjungan pasien juga disebut mencapai sekitar 300 orang per hari.

Kasus ISPA dan Gangguan Pencernaan

Beberapa jenis penyakit yang banyak ditangani di fasilitas kesehatan antara lain infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA dan gangguan pencernaan.

Selain itu, kasus campak dan demam berdarah dengue juga dilaporkan mengalami peningkatan.

Masyarakat diimbau tetap menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat dan segera mendapatkan pertolongan medis apabila kondisi memburuk.

Jangan Menunggu Kondisi Semakin Parah

Masyarakat perlu memahami perbedaan antara layanan puskesmas dan IGD rumah sakit.

IGD ditujukan bagi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat. Jika kondisi tidak darurat, puskesmas dapat menjadi pilihan pertama.

Sebaliknya, apabila seseorang mengalami kondisi yang benar-benar mengancam keselamatan, masyarakat tidak perlu menunda mendapatkan pertolongan.

Pemkot Bogor juga menyediakan layanan PSC 119 yang dapat digunakan untuk kondisi kegawatdaruratan, termasuk layanan ambulans.

Dengan adanya enam puskesmas UGD 24 jam, diharapkan masyarakat memiliki pilihan layanan kesehatan yang lebih dekat sekaligus membantu mengurangi kepadatan di IGD rumah sakit.